Jumat, 08 April 2011
Bisnis Mandiri Sekuritas Masih Likuid
PT Mandiri Sekuritas mengaku masih mumpuni dalam menjalankan bisnis perusahaan efek. Hal itu terbukti dengan target bisnisnya yang masih agresif, serta belum adanya penambahan modal yang dikucurkan dari pihak ketiga kepada perusahaan.
Untuk tahun ini, perseroan menargetkan penjaminan emisi (underwriter) surat utang (obligasi) sekitar sepuluh sampai lima belas perusahaan dengan nilai emisi mencapai lebih dari 10 triliun rupiah.
Direktur Mandiri Sekuritas, Kartika Wirjoatmojo mengatakan, beberapa korporasi yang telah menandatangani kerja sama dengan pihaknya antara lain, Astra Sedaya Finance yang akan menerbitkan obligasi senilai 1,5 triliun rupiah, Verena Multifinance sebesar 500 miliar rupiah.
Mandiri Sekuritas, Federal International Finance (FIF) senilai 2 triliun rupiah sampai 3 triliun rupiah, Bank DKI sebesar 750 miliar rupiah, dan obligasi Bank Sumut. Selain itu, ada juga obligasi sub ordinas (subdebt) Bank International Indonesia (BII), Mandiri Tunas Finance, dan asuransi Trac.
Seperti diketahui, hingga kini Mandiri Sekuritas masih memimpin pangsa pasar penjaminan emisi obligasi. Sepanjang tahun lalu, perseroan memimpin dengan pangsa pasar senilai 6,44 triliun rupiah, atau setara 20,5 persen dari total penerbitan surat utang.
Sedangkan untuk penawaran umum saham perdana, Mandiri Sekuritas akan menangani tiga calon perusahaan tercatat (emiten), yang diharapkan dapat terlaksana pada semester pertama 2011.
Perolehan dana hasil penawaran umum saham perdana dari tiga calon emiten tersebut dikabarkan bisa mencapai nilai 1 triliun rupiah. "Kami sudah membidik tiga perusahaan, dua perusahaan bergerak dibidang perkebunan, ada yang skala menengah dan ada pula skala besar, serta satu perusahaan lainnya bergerak disektor pertambangan," tutur Kartiko
Terkait permodalan, pihaknya juga membantah jika sudah ada kucuran dana dari induk usaha perseroan, yakni Bank Mandiri, atau pun pihak lain demi untuk mendukun kecukupan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) perusahaan. "Tidak ada penambahan modal. Sampai saat ini MKBD kita masih sesuai dengan kententuan, dan bisnis kami juga masih berjalan," ungkap Kartiko.
Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, posisi MKBD terakhir Mandiri Sekuritas terbukukan senilai 129,193 miliar rupiah, atau jauh dari ketentuan minimal MKBD Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), yakni sejumlah 25 miliar rupiah.
Seperti diketahui, posisi MKBD perseroan belakangan berkurang drastis karena harus menyerap saham PT Garuda Indonesia Tbk yang tidak laku dipasar perdana. Melihat hal itu, Bank Mandiri selaku pemegang saham mayoritas mengaku siap untuk mengelontorkan modal tambahan kapanpun jika nanti perusahaan membutuhkan.
"Mengenai kapan dan berapa besarannya kami belum bisa mengungkapkan, namun yang pasti, kami siap membantu. Terlepas dari hal itu, saat ini, kami lihat Mandiri Sekuritas masih likuid dalam menjalankan bisnisnya,” tutup Zulkifli Zaini Direktur Utama Bank Mandiri, di Jakarta, pekan lalu.
Ayyi Achmad Hidayah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar