Rabu, 20 April 2011

Penawaran Umum Saham Perdana Kembali Marak







Beberapa Perusahaan Telah Memasukkan Kontrak Pendahuluan IPO


Keadaan pasar yang semakin membaik membuat jumlah perusahaan yang ingin melantai di Bursa Efek indonesia (BEI) meningkat. Buktinya sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan diri untuk menawarkan saham umum perdananya di tahun ini.


Salah satunya adalah PT Bahtera Niaga Internasional, yang kabarnya siap melepas saham perdana, atau Initial Public Offering (IPO) pada Juni mendatang. "Mereka sudah memasukan proposal kontrak pendahuluan IPO, saham yang ditawarkan sekitar 20 persen," papar Eddy Sugito Direktur Penilaian Perusahaan BEI di Jakarta, Selasa (19/4).


Dirinya menuturkan, Bahtera Niaga International merupakan perusahaan jasa pendukung industri minyak lepas pantai dan gas. Selain itu, perusahaan juga mendukung sektor pengiriman batubara. Namun, pihaknya mengaku belum mengetahui berapa dana yang akan dihimpun Bahtera Niaga.


"Mereka sudah melakukan paparan terbatas (mini expose) kepada kami. Perusahaan jasa pendukung offshore services ini juga sudah menunjuk Erdhika Elit Securities selaku pelaksana penjamin emisi (underwriter),” lanjut Eddy.


Perlu diketahui, Bahtera Niaga International merupakan perusahaan pendukung jasa kapal industri migas lepas pantai yang berdiri pada Oktober 2006. Dalam situsnya, perseroan telah memiliki lisensi pengiriman lepas pantai ke layanan minyak dan gas eksplorasi, pengeboran dan kegiatan produksi.


Lisensi juga untuk pelayaran domestik dan internasional yang memungkinkan perseroan berpartisipasi dalam piagam dan pengoperasian pasokan lepas pantai dan kapal anchor handling, penyimpanan kapal tanker, kapal tunda dan tongkang untuk pengiriman batu bara, kayu, agregat, peralatan konstruksi, barang umum dan tanker.


Perusahaan lain yang juga akan mencatatkan saham perdananya di bulan Mei 2011 adalah PT Metropolitan Land. Pengembang properti dikawasan Tangerang ini rencananya akan melepas sebanyak-banyaknya 2,27 miliar saham, atau setara 30 persen saham ke publik dengan nilai nominal 100 rupiah per saham.


Adapun penawaran umum tersebut terdiri dari 1,89 miliar saham baru dan 378,96 juta saham biasa dari Netstar Holdings Limited British Virgin Islands. Selain itu, perseroan juga menawarkan program ESA dan MSOP dengan program ESA diberikan penjatahan sebesar 2 persen dari jumlah saham baru dan MSOP sebanyak-banyaknya 37.896.000 atau senilai 1 persen.


Seperti dikutip dari prospektus singkat perseroan, penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana antara lain sekitar 48,5 persen digunakan untuk pembangunan Metropolitan Grand Mall, sekitar 5,25 persen untuk pembangunan M-Gold Residences.


Sebanyak 13 persen akan digunakan untuk pembangunan Hotel Horison Bekasi Ekstension, dan sekitar 10 persen untuk mengambil bagian dan melakukan penyetoran modal atas saham baru di PT Sumbersentosa Guna Lestari. Perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT DBS Vickers Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Disamping kedua perusahaan diatas, masih ada beberapa proposal IPO lagi yang sudah masuk kebursa, namun Eddy mengatakan masih enggan menyebutkannya, mengingat masih melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

Disinyalir hal tersebut dilakukan karena size yang ditentukan perusahaan termasuk kecil. "Sebenarnya fundamentalnya bagus, tetapi strukturnya yang sedang kami bahas lebih lanjut," lanjut Eddy.

Terakhir, Bursa Efek Indonesia tengah menggodok proposal IPO PT Visi Media Asia yang merupakan anak usaha Grup Bakrie. Rencananya perusahaan ini akan menawarkan 30 persen sahamnya dengan target dana mencapai 1,2 triliun rupiah. Selain itu, ada juga PT Panin Life yang siap melepas sebanyak-banyaknyas 40 persen kepemilikan sahamnya kepada publik.


Ayyi Achmad Hidayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar