Jumat, 08 April 2011
Pemanfaatan Intraday Masih Jauh Dari Ekspektasi
Fluktuasi Pergerakan Saham Membuat Penggunaan Fasilitas Intraday Belum Maksimal
Penggunaan fasilitas intraday sepanjang kuartal pertama 2011 tergolong masih rendah, dan jauh dari ekspektasi rata-rata harian Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang mencapai empat triliun rupiah ditahun 2012. Hal itu disebabkan karena adanya pergerakan saham yang fluktuatif, dan menyebabkan rata-rata transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan cukup signifikan
Berdasarkan data yang dirilis perusahaan, rata-rata harian penggunaan fasilitas dana talangan perusahaan efek ini baru mencapai 150,10 miliar rupiah di Maret 2011. Jumlah tersebut hanya sebesar 3,75 persen dari target KPEI ditahun depan.
Kepala Divisi Operasional Kliring dan Penyelesaian Transaksi KPEI, Antonius Herman Azwar mengatakan, lambatnya pemanfaatan fasilitas intraday ini memang semata-mata karena pasar yang tengah volatile. Meski begitu, kedepan, pihaknya yakini jika akan semakin banyak lagi perusahaan sekuritas yang memanfaatkan insentif ini seiring dengan meningkatkan volume transaksi di pasar modal domestik pada semester kedua mendatang.
Keyakinan tersebut mengacu pada proyeksi transaksi saham harian di BEI yang mencapai 20 triliun rupiah, dengan ditopang asumsi jumlah investor di bursa sebesar 2,5 juta investor. “Kalau kita efisiensi sekitar 10 persennya saja sudah mencapai 2 triliun rupiah. Sementara kalau kita coba lihat 20 persennya berarti mencapai 4 triliun rupiah,” kata Direktur Utama KPEI Hoesen di Jakarta.
Saat ini, nilai rata-rata transaksi harian saham di bursa, untuk posisi Maret 2011 sudah mencapai 6,13 triliun rupiah, atau mengalami kenaikan 5,29 poin dibanding periode yang sama bulan Februari 2011. Sementara jika ditarik secara tahunan, nilai rata-rata perdagangan saham di BEI baru menyentuh angka 5,31 triliun rupiah, atau menguat sebanyak 5,30 poin berbanding tahun sebelumnya.
Secara total, penggunaan fasilitas intraday sepanjang kuartal pertama 2011 sudah mencapai 8,32 triliun rupiah, dengan rata-rata penggunaan bulanan sebesar 2,77 triliun rupiah, dan rata-rata harian senilai 151,35 miliar rupiah.
Sementara untuk tahun 2010, total penggunaan fasilitas intraday mencapai 11 triliun rupiah dengan nilai tertinggi harian sejumlah 575,1 miliar rupiah dan terendah harian 7,3 miliar rupiah sehingga rata-rata harian berkisar 123 miliar rupiah.
Kliring Penjaminan Efek Indonesia menyediakan fasilitas intraday mencapai 1,7 triliun rupiah. Dengan asumsi 2012 diproyeksikan rata-rata transaksi bisa mencapai 20 triliun rupiah, maka fasilitas intraday yang harus disiapkan KPEI mencapai 8 triliun rupiah.
“Walaupun saat ini kebutuhan kami belum terlalu mendesak, namun perseroan maupun bank yang menyediakan pinjaman (intraday) berkomitmen penuh untuk meningkatkannya sewaktu-waktu jika dibutuhkan,” tutup Antonius.
Ayyi Achmad Hidayah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar