Reksa Dana
Reksa Dana saham masih menjanjikan imbal hasil (yield) yang positif. Tak begitu terpengaruh oleh fluktuasi pergerakan saham, pelaku pasar tetap optimis jika produk ini masih akan bertumbuh lebih baik dibanding reksa dana pendapatan tetap (fixed income), pasar uang (money market) maupun campuran (balanced funds).
President Director Ciptadana Asset Management John Budiharsana mengatakan, selama kuartal pertama ini imbal hasil reksa dana saham memang relatif akan mengalami tekanan. Namun, di kuartal dua pergerakannya akan lebih stabil seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diproyeksi mulai mengalami kenaikan.
“Dengan prediksi IHSG menyentuh 4.000 – 4.100 poin diakhir tahun, artinya masih ada potensi imbal hasil sebesar 10 persen sampai 15 persen hingga akhir 2011. Itu artinya, sepanjang tahun reksa dana saham bisa memberikan yield senilai 20 persen,” tutur John.
Menurut data Infovesta Utama, rata-rata imbal hasil 10 besar reksa dana saham dalam satu bulan terakhir kini berkisar antara -0,38 sampai 4,33 persen. Sementara secara year on year (tahunan), nilainya dalam range 25,19 persen hingga 71,81 persen. Tandanya, investor belum akan meninggalkan produk ini, atau bahkan mengalihkan portofolionya pada instrumen lain yang lebih moderat.
“Pertimbangan likuiditas kini menjadi hal yang lebih penting, apalagi jika melihat kondisi pasar saham yang belakangan memang kian tak menentu. Buktinya, sampai hari ini belum ada penarikan (redemption) besar-besaran yang terjadi pada reksa dana saham di Indonesia,” papar John lebih lanjut.
Sementara jika dilihat dari spesifikasi produk, Panin Asset Management menjadi pemimpin pasar, dengan menempatkan dua produknya sebagai pemberi imbal hasil terbesar dikategori reksa dana saham. Reksa Dana Panin Dana Maksima menjadi pemuncak dengan memberikan imbal hasil sebesar 71,81 persen dalam setahun. Kemudian diikuti oleh Reksa Dana Panin Dana Prima, yakni senilai 38,79 persen.
Keduanya menempatkan sekitar 50 persen sampai 95 persen dananya pada efek bersifat ekuitas, untuk kemdian menaruh sisanya 5 persen hingga 50 persen pada instrumen beresiko rendah, yaitu pasar uang. Menyusul dibelakang keduanya, ada Reksa Dana Syailendra Equity Opprtunity Fund yang mencatatkan imbal hasil sebesar 33,08 persen, dan kemudian Danareksa Mawar Fokus 10 senilai 31,14 persen.
Kondisi sosial politik yang relatif stabil, nilai inflasi yang mulai terkendali, serta pertumbuhan makro ekonomi Indonesia yang cukup tinggi membuat potensi reksa dana saham untuk bertumbuh lebih besar lagi menjadi terbuka lebar. Terlebih jika melihat suku bunga acuan (BI Rate) yang kemungkinan hanya akan naik sebesar 25 basis poin lagi ditahun ini.
Ayyi Achmad Hidayah
Tabel
Sepuluh Reksa Dana Saham Dengan Imbal Hasil Terbesar
Setahun Terakhir
No | Reksadana Saham | Imbal Hasil 1 Bulan (persen) | Imbal Hasil 1 Tahun (Persen) |
1 | Panin Dana Maksima | 4,33 | 71,81 |
2 | Panin Dana Prima | 3,38 | 38,79 |
3 | Syailendra Equity Opportunity Fund | 1,84 | 33,08 |
4 | Danareksa Mawar Fokus 10 | - 0,38 | 31,14 |
5 | HPAM Ultima Ekuitas 1 | 2,63 | 28,88 |
6 | MNC Dana Ekuitas (D/H Big Bhakti Ekuitas) | 0,55 | 28,86 |
7 | Reksadana Grow-2- Prosper | 2,00 | 25,93 |
8 | Schroder Dana Istimewa | 3,97 | 25,83 |
9 | TRIM Kapital | 3,39 | 25,36 |
10 | Danareksa Mawar | 1,74 | 25,19 |
Sumber: Infovesta Utama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar