Prospek penyerapan saham perdana PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk dinilai akan cukup baik. Disamping memiliki nilai investasi yang masih tinggi, perusahaan juga bergerak di industri rumah sakit yang dinilai prospektif. Terlebih, perseroan merupakan perusahaan tercatat (emiten) pertama yang memiliki bisnis inti di sektor ini.
Perusahaan juga memiliki lima pusat perawatan khusus (center of excellence), yakni Tahir Neuroscience Center, Center of Excellence Gastrointestinal dan Liver Center, Wellnes, Cosmetic serta Aesthetic Center dan dua lainnya yang menggambarkan jika perusahaan memang salah satu pemain besar di bisnis rumah sakit.
“Sehingga selama masih ada orang sakit, ya bisnis mereka akan terus berkembang. Apalagi dengan adanya niat perusahaan untuk memperbesar jaringan rumah sakitnya, tentu akan memberikan keunggulan tersendiri bagi mereka,” ungkap Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division Indosurya Securities, di Jakarta, Senin (21/3).
Hal lain yang membuat momentum penawaran umum saham perdana Sejahteraya Anugerahjaya positif adalah keadaan pasar yang diperkirakan sudah mulai stabil di kuartal dua 2011. Walaupun, rasio harga terhadap laba perusahaan atau price to earning ratio (PER) perusahaan mencapai 90 kali, atau jauh lebih tinggi dibanding industri sejenis di bursa saham Singapura yang hanya 20 sampai 30 kali.
Hal lain yang membuat momentum penawaran umum saham perdana Sejahteraya Anugerahjaya positif adalah keadaan pasar yang diperkirakan sudah mulai stabil di kuartal dua 2011. Walaupun, rasio harga terhadap laba perusahaan atau price to earning ratio (PER) perusahaan mencapai 90 kali, atau jauh lebih tinggi dibanding industri sejenis di bursa saham Singapura yang hanya 20 sampai 30 kali.
Sedangkan untuk rasio harga saham terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) mencapai 110 kali, yang mencerminkan perusahaan dalam keadaan sehat dan memiliki fundamental yang baik. Tantangan lain yang harus dihadapi perusahaan adalah pergerakan sahamnya yang diragukan bakal likuid.
“Karena memang belum ada emiten yang memiliki bisnis inti dibidang rumah sakit. Kalaupun ada, hanya PT Lippo Karawaci Tbk dan itu pun bukan merupakan bisnis inti perusahaan,” tambah Reza.
Seperti diketahui, Sejahteraraya Anugerahjaya mematok kisaran harga Initial Public Offering (IPO) di angka 115 rupiah sampai 130 rupiah per saham. Dalam penawaran nanti, pihaknya berencana melepas sekitar 750 juta lembar saham atau senilai 13,55 persen dari total saham yang diterbitkan oleh perseroan. Dari pelepasan saham tersebut, Sejahteraraya Anugerahjaya menargetkan raupan dana antara 90 miliar hingga 100 miliar rupiah.
Dana tersebut sedianya akan digunakan untuk peningkatan modal pada anak perusahaan, yaitu PT Nirmala Kencana Mas yang akan bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan dan penyelenggaraan rumah sakit, yang akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit berikut fasilitasnya dan berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dimana pembangunan tersebut menjadi salah satu persyaratan dikeluarkannya ijin penyelenggaraan rumah sakit.
Perusahaan akan mulai melakukan pembentukan harga (book building) pada tanggal 21 Maret – 23 Maret 2011, untuk kemudian melakukan penawaran umum pada 4 April sampai 6 April 2011, dan terakhir pencatatan saham dibursa pada 11 April 2011.
Ayyi Achmad Hidayah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar