Selasa, 29 Maret 2011
MNC Skyvision Tawarkan Saham Perdana
PT Global Mediacom Tbk menargetkan pelepasan saham perdana, atau Initial Public Offering (IPO) terhadap anak usahanya PT MNC Skyvision pada semester kedua tahun ini. Perseroan rencananya akan melepas 20 persen hingga 30 persen sahamnya kepada publik.
Presiden Direktur Global Mediacom Harry Tanoesoedibjo mengatakan, langkah penawaran umum saham perdana ini dilakukan untuk ekspansi sayap bisnis di industri televisi berbayar, namun kami masih belum tahu berapa dana yang akan berhasil dihimpun,” tutur Harry, di Jakarta, Selasa (29\3).
Meski begitu, dia menjelaskan dana tersebut akan dipergunakan untuk rencana ekspansi PT MNC Skyvision. Antara lain memperkuat sistem transmisi jaringan televisi berbayar yaitu migrasi ke jaringan MPEG4 viddeo on demand. Untuk kepentingan itu, perseroan diperkirakan memerlukan dana sekitar 50juta dolar Amerika Serikat (AS).
Saat ini, PT MNC Skyvision dengan merk dagang Indovision dan Top TV, sebagai salah satu TV berbayar yang menggunakan satelit telah berhasil menjadi pemimpin pasar dengan pangsa pasar lebih dari 78 persen di Indonesia. Pada akhir 2010 lalu, jumlah pelanggan Indovision dan Top TV mencapai lebih dari 800.000 pelanggan dan terus meningkat.
Perseroan juga telah menunjuk MNC Securities, Morgan Stanley, UBS Securities dan Danareksa Securities selaku pelaksana penjamin emisi (underwriter.
Research Analyst Ekokapital Securities Cece Ridwanullah mengatakan, rencana pencatatan saham MNC Skyvision di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan dapat berdampak positif bagi induk usaha. Pasalnya, Global Mediacom tidak akan lagi terbebani oleh aktivitas usaha yang akan dilakukan MNC Skyvision. Khususnya yang terkait dengan pembayaran hutang pada sejumlah kreditur. ”Aksi ini bisa mengkerek harga saham mereka,” tutur Cece.
Disisi lain, rencana ini juga akan memudahkan rencana usaha perusahaan. Khususnya yang terkait dengan ekspansi usaha. MNC Skyvision tidak perlu lagi meminta persetujuan dari induk perusahaan untuk melakukan ekspansi. Apalagi perusahaan yang bergerak pada sektor televisi kabel yang memiliki prospek cukup baik.
Seperti diketahui, Pada 2010 lalu, MNC Skyvision mencatat pendapatan sebesar 1,44 triliun rupiah, meningkat 36 persen dibandingkan kinerja 2009 yakni sebesar 1,06 triliun rupiah. EBITDA perusahaan meningkat sebesar 63 persen dari 321 miliar rupiah di 2009 menjadi 522 miliar rupiah pada 2010.
EBITDA marjin juga meningkat dari 30 persen menjadi 36 persen. Sedangkan pendapatan MNC Skyvision untuk 2011 ini dianggarkan sebesar 2,1 triliun rupiah. Sementara laba sebelum dikurangi beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) ditargetkan sebesar 846 miliar rupiah pada 2011 ini. EBITDA marjin juga diproyeksikan meningkat menjadi 40 persen.
Ayyi Achmad Hidayah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar